Monday, October 02, 2017

Gunung Pundak yang Kan Selalu Dirindukan

   Postingan kali ini tentang cerita perjalanan seru mendaki Gunung Pundak. Sebelumnya udah pernah denger belom? Hehe Gunung apa? Pundak. Loh pundaknya siapa? *lah baper* 
   Nah, guys jadi Gunung Pundak adalah salah satu gunung yang terletak di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur tepatnya di dekat tempat wisata Trawas dan Pacet. Gunung Pundak ini memang masih belum seterkenal Gunung Welirang, Arjuno, ataupun Gunung Penanggungan.


Gunung Welirang yang gagah terlihat dari Puncak Gunung Pundak

   Kenapa dinamakan Gunung Pundak? Karena gunung ini puncaknya berada di pundak Gunung Welirang (3.156 mdpl). Gunung yang termasuk pendek ini mempunyai ketinggian 1.585 mdpl, dan cocok buat pendaki pemula seperti aku ini. Mungkin buat kalian pendaki yang udah berpengalaman akan menganggap Gunung Pundak hanya bukit hehe.. Eh, jangan salah meskipun Gunung Pundak tidak terlalu tinggi, tapi Gunung Pundak ini memiliki keindahan yang akan selalu kalian rindukan *ceilee* rindu ketinggian maksudnya hehe.



Pemandangan di Puncak Gunung Pundak

   Oke, ini pendakian keduaku, yang pertama adalah Gunung Api Purba di Nglanggeran, Gunung Kidul yang hanya 700mdpl hehe-_- Maklum aku emang sebenarnya tidak diperbolehkan naik gunung karena sinusitis tapi #nekat dan alhamdulillah sehat dan baik-baik aja *eh #skip
   Sabtu, 30 September 2017, aku dan keempat temanku dari Surabaya berangkat menuju daerah Pacet, Mojokerto. Waktu tempuh sekitar 2 jam. Sebenarnya pendakian ke Gunung Pundak ini dapat melalui 2 jalur, yaitu Claket (Tahura) dan Puthuk Siwur.
   Sebelumnya pernah baca di blog kalau mendakinya via Puthuk Siwur itu kita bakal menjumpai pemandangan yang bagus banget kalau siang, dan kalau malam bisa melihat kota Mojokerto malam hari.. Tapi dikarenakan waktu tempuh yang lebih jauh dan lama serta tidak ada sumber air di Puthuk Siwur akhirnya kita memutuskan untuk mendaki via Claket (Tahura). Jadi kalau sudah masuk di Desa Claket nanti kita bakal lewat pos pendakian via Puthuk Siwur nah dari situ, kalau mau via Tahura nanti masih naik lagi pos perijinan pendakiannya. Kemarin di depan Puthuk Siwur kita dihadang bapak-bapak yang semacam meminta uang retribusi entah untuk apa kurang tau, kita disuruh bayar Rp10.000,-.
    Sampai di Pos perijinan pendakian Gunung Pundak via Tahura, kita membayar parkir motor Rp5000,-. Kemudian wajib lapor terlebih dahulu di Pos Perijinan dan juga membayar tiket+asuransi.

Pos Perijinan Gunung Pundak via Tahura

Suasana Tempat Parkir

Tarif tiket di Pos Perijinan

   Pendakian dimulai pukul 23.30 WIB dan ditemani cahaya sang rembulan, jadi tanpa senter pun sudah terang sebenarnya eh tapi tetep harus pakai senter ya biar kelihatan alur pendakiannya haha. Sepanjang mendaki di kanan-kiri kita adalah pohon-pohon yang telah diberi nama, karena ini termasuk hutan lindung. Jalannya lumayan nanjak tapi masih batas wajar kok untuk pendaki pemula seperti aku. Tapi tetap harus konsentrasi dan hati-hati.
    Nantinya kita akan melewati Pos 1, Pos 2, dan Pos 3. Oh iya guys, yang sebelumnya di Pos 1 kita dapat mengambil air, kini sudah ditutup jadi kalau mau ambil air bisa di sumber air dekat sungai sebelum pos 3 ya. Pendakian via tahura ini gampangnya kalian tinggal mengikuti arah pipa air yang dapat menuntun kita hingga ke puncak. Namun, papan arah jalan juga terpasang jelas kok sehingga cukup memudahkan kita.

      
         Jalur Pendakian Gunung Pundak

   Sepanjang perjalanan emang sering berhenti untuk istirahat. Oh iya tips seru mendaki salah satunya lebih asyik jika sepanjang pendakian ditemani oleh musik dan juga teman yang suka bercanda dijamin makin seru dan nggak berasa udah sampai di Pos 3. Naik lagi ke atas sampai bertemu banyak ilalang ditambah pemandangan bintang-bintang yang mulai terlihat ini menandakan sebentar lagi kita akan sampai di Puncak. Yeaay! Bentar lagi ayo semangat haha.    
   Alhamdulillah pukul 02.30 WIB kita telah sampai di Puncak Gunung Pundak. Bergegaslah mencari spot terbaik untuk mendirikan tenda. Benar-benar indah sekali aaa ternyata begini rasanya bermalam di hotel bintang 1000 sangat menyenangkan dan benar-benar kagum MasyaAllah indah banget. Sambil ngobrol-ngobrol dengan teman-teman seru, asyik bercerita ditemani musik tak terasa sudah pagi dan setelah sholat Shubuh aku berniat mencari sunrise. Ini nih videonya diYouTube hehe cek it out Klik di sini


Suasana pagi di Gunung Pundak

View dari tenda


Sarapan nasgor&pudding bareng sahabat

   Pas udah pagi aaa bener-bener indah banget Gunung Welirang ada pas di depan tenda kita, orang-orang sibuk mengabadikan moment dengan berfoto ria terus kita sarapan sama-sama dan saat pukul 08.00 WIB  kabut mulai turun, lalu kita bersiap untuk turun. Perjalanan turun terasa lebih cepat sekitar 2 jam saja padahal kita sering berhenti. Sampai di bawah kita lapor ke petugas di pos perijinan dan kembali ke Surabaya.

Aku dan ilalang

        Sahabat-sahabatku dbestlah
(Dari kanan: Danis, Ilham, Cipta, Roziqin)

   Alhamdulillah perjalanan yang cukup menyenangkan mendaki Gunung Pundak bareng sahabat. Keindahannya bener-bener bikin rindu pengen kesana lagi aaaa its true! Bukan hanya untuk pemula, buat kalian yang sudah lama gak mendaki terus rindu ketinggian kalian wajib kesini karena emang bener-bener Pundak bikin rindu! Eh pundaknya siapa? Haha Pundaknya Gunung Weliranglah! Jangan lupa share keseruanmu juga dan ingat jangan buang sampah sembarangan. Happy traveling!

No comments:

Post a Comment