Friday, August 18, 2017

Istilah Ekspor-Impor

     Share sedikit nih guys tentang istilah-istilah yang biasa digunakan dalam kegiatan bisnis ekspor-impor, semoga bermanfaat ya ;)

1. T/T: Telegraphic Transfer or Telex Transfer, yaitu metode yang biasa digunakan untuk perdagangan ekspor atau impor antara bank dan pihak luar negeri yg memungkinkan transfer mata uang lokal/valuta asing dengan telegraf, kabel/teleks (jenis pembayaran tercepat).
2. ETD: Estimate Time Departure (perkiraan waktu keberangkatan kapal/pesawat).
3. ETA: Expected Time Arrival (perkiraan waktu kedatangan kapal/pesawat).
4. L/C: Letter of Credit, yaitu suatu pernyataan yang dikeluarkan oleh issuing bank atas permintaan pembeli/importir yang ditujukan kepada penjual/eksportir.
Merupakan cara pembayaran internasional yang memungkinkan eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri (kepada pemesan).
5. i. e. (id est) : yaitu.
6. e. g : contoh.
7. MOQ: Minimum Order Quantity (dengan jumlah order minimum/tidak secara ecer melainkan dengan jumlah yang ditentukan.
8. PO: Purchase Order (Surat pesanan/pembelian).
9. MOU: Memorandum of Understanding.
10. NLA: Notice Of Arrival
11. EXW: Ex Works (pihak penjual/eksportir menentukan tempat pengambilan barang, tanggung jawab penjual hanya sampai tempat yang telah disepakati bersama antara eksportir dengan importir.
12. FCA: Free Carrier
13. CPT: Carriage Paid to (penjual membayar pengiriman untuk pengiriman ke tujuan, tetapi pembeli membayar tiket asuransi selama transportasi.
14. Commercial Invoice adalah daftar nilai / harga barang yang tercantum dalam packing list. Commercial Invoice ini berisikan nilai barang per item dan total nilai barang. Bill Of Lading, Packing List dan Commercial Invoice adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam proses Export dan Import atau bisa dikatakan ketiga dokumen ini adalah 1 set dokumen Export / Import.
15. Packing List adalah daftar sistem pengepakan. Packing List ini diterbitkan oleh setiap exporter setiap kali akan export, data packing list inilah yang akan di muat pada Bill of Lading maupun Air Way Bill. packing list berisikan data shipper, consignee, notify party (jika ada), nama barang, jumlah dan jenis kemasan, jumlah barang, berat bersih, berat kotor, kubikasi, shipping marks & numbers / Keterangan yang tertulis pada kemasan, nama kapal, pelabuhan muat, pelabuhan bongkar.
16. Bill Of Lading atau B/L yaitu surat / dokumen yang diterbitkan oleh Shipping Line/Freight Forwarder untuk setiap pengiriman barang export. Bill Of Lading ini di terbitkan pada tanggal keberangkatan kapal. Bill Of Lading ini nantinya akan diberikan kepada consignee untuk mengambil barang di tempat tujuan (pengambilan import). Fungsi dari Bill Of Lading selain sebagai bukti pengambilan barang di tujuan, juga dilampirkan dalam proses pembuatan COO.
17. Air Way Bill / AWB: fungsi dan kegunaannya adalah sama dengan Bill Of Lading hanya saja AWB ini khusus untuk pengiriman barang via udara.
18. Certificate of Origin adalah sertifikat asal barang yang diterbitkan oleh DISPERINDAG kepada exporter. Kegunaannya adalah sebagai bukti keaslian barang dari negara asal yang tertera  pada Bill Of Lading.
19. POL: Port Of Loading yaitu Pelabuhan Muat
20. POD: Port of Discharge yaitu Pelabuhan Bongkar
21. Place of Delivery: yaitu Tujuan akhir Pengiriman Barang
22. Place of Receipt: yaitu Tempat Penerimaan Barang
23.Customs Clearance: adalah proses administrasi pengiriman dan atau pengeluaran barang ke / dari Pelabuhan muat / bongkar yang berhubungan dengan kepabeanan dan administrasi pemerintahan.
24.Measurement / Cubication / CBM: adalah ukuran kubikasi suatu barang export baik itu.
25. CIP: Carriage and Insurance Paid to
26. DAT: Delivered at Terminal
27. DAP: Delivered at Place
28. DDP: Delivered Duty Paid
29. FAS: Free Alongside Ship
30. FOB: Free on Board, yaitu system pembelian barang dimana semua biaya pengiriman atau freight , asuransi dan harga barang dibayarkan setelah kapal sampai atau di pelabuan bongkar
31. CFR: Cost and Freight, yaitu system pembelian barang dimana biaya pengiriman dan harga barang di bayarkan di pelabuhan muat namun asuransi menjadi tanggungan Penerima Barang.
32. CIF: Cost Insurance Freight, yaitu  system pembelian barang dimana biaya pengiriman, asuransi dan harga barang dibayarkan sebelum kapal berangkat / di pelabuhan muat dan merupakan dasar untuk perhitungan bea masuk ( duty & tax )
33. Consignee: Penerima
34. Shipper: Pengirim
35. Freight Prepaid: adalah Sistem pembayaran biaya pengiriman barang di pelabuhan muat.
36.Freight Collect adalah Sistem pembayaran biaya pengiriman barang di pelabuhan bongkar.
37. LCL: Less than Container Loaded yaitu system pengiriman barang yang harus di pull di konsoidator hingga muat dalam 1 container full, jadi dalam 1 container terdiri dari beberapa shipper.
38. FCL: Full Container Loaded yaitu pengiriman barang dengan menggunakan container.
39. Part Of Shipment: adalah pengiriman barang menggunakan 1 container dimana didalam container tersebut terdiri dari berapa nama shipper namun dengan tujuan satu consignee.
40. Dry Container: adalah container kering / standar yang digunakan untuk mengirim barang-barang biasa yang tidak berbahaya dan bukan merupakan barang gas atau cair atau barang yang perlu penanganan khusus.
41.Reefer Container adalah container yang memiliki pengatur suhu. Biasa digunakan untuk pengiriman produk yang memerlukan kesegaran yang terjaga sampai di tempat tujuan seperti ikan hidup, udang hidup, buah-buahan, sayur-sayuran, dll.
42. Open Top Container: adalah container yang bagian atasnya bisa dibuka / terbuka. Kontainer ini dgunakan untuk pengiriman barang yang tingginya melebihi standar ketinggian container DRY.
43. Flat Rack Container: container yang bagian samping kanan dan kirinya terbuka. Kontainer ini digunakan untuk memuat barang yang lebarnya melebihi standar lebar container DRY.
44. Space: tempat yang tersedia didalam kapal.
45.Booking: istilah untuk pemesanan tempat.
46. Shipping Instructions adalah surat pengajuan pengiriman barang yang diterbitkan oleh shipper.
47. Ocean Freight (O/F): biaya pengiriman barang dengan menggunakan kapal.
48. Air Freight (A/F): biaya pengiriman barang dengan menggunakan pesawat.
49. Notify Party: pihak ketiga selain Consignee yang mengetahui adanya sebuah pengiriman barang.
50. Vessel: Kapal
51. Voyage / Voy: Nomor kapal.
52. Shipping Marks & Numbers: Keterangan yang tertera atau tertulis dalam kemasan barang.
53. Descriptions of Goods: deskripsi barang yang harus sesuai antara yang tercantum di B/L atau AWB dengan packing list.
54. Gross Weight (GW): Berat kotor barang yang akan dikirimkan.
55. Net Weight (NW): Berat bersih barang tanpa kemasan.
56. Shipping Schedule: Jadwal keberangkatan kapal/pesawat.
57. Warehouse: Gudang tempat penumpukan barang yang dikirim dengan tidak menggunakan container.
58. UTPK: Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas.
59. DEPO: Tempat penumpukan container kosong.
60.Delivery Order/DO: Surat yang diterbitkan pihak shipping atau forwarder kepada shipper sebagai tanda bukti pengambilan container kosong dan atau tanda bukti pengiriman barang dari gudang shipper ke UTPK atau Warehouse.
61. Stuffing/Loading: Proses pemuatan barang export kedalam container atau truck angkutan (berlaku untuk kegiatan export).
62.Unstuffing/Unloading: Proses pembongkaran dari dalam container atau truck angkutan (berlaku untuk kegiatan import).
63. Feeder Vessel: Kapal pengangkut dari pelabuhan muat ke pelabuhan transit. Jenis kapal ini kecil hanya muat untuk mengangkut 3000an kontainer.
64. Mother Vessel: Kapal pengangkut / kapal besar yang mengangkut muatan dari pelabuhan transit ke pelabuhan tujuan diseluruh penjuru dunia.
65. Open Stack (O/S): Waktu dibukanya container / barang boleh di tempatkan di UTPK atau warehouse.
66.Closing Time (C/T): Waktu ditutupnya pemasukan/penumpukan barang di UTPK atau warehouse.
67. N.W: Net Weight / berat bersih yaitu berat barang sebelum di kemas.

 Sumber: Google.go.id

Sumber: Google.go.id

2 comments: