Thursday, April 20, 2017

Legenda dibalik Pesona Keindahan Baturaden

  Halo, apa kabar semua? semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia^^ Guys, kali ini aku mau ajak kalian buat melihat pesona keindahan tempat wisata yang berada di Provinsi tempat tinggal aku, yaitu Provinsi Jawa Tengah. Provinsi Jawa tengah memiliki banyak sekali tempat wisata dengan keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Tak hanya itu, pesona keindahan dibalik tempat wisata Di Jawa Tengah tersebut juga tersimpan cerita legenda yang hingga saat ini masih dipercayai kebenarannya oleh masyarakat setempat.
Nah, kita juga harus tau dong selain menikmati keindahannya, juga harus tau asal usul dari tempat wisata tersebut ;)
   Salah satu dari banyak tempat wisata di Provinsi Jawa Tengah adalah Wisata Baturaden yang terletak di Kabupaten Banyumas, sekitar 14 km dari Kota Purwokerto. Baturaden berada di sebelah selatan lereng Gunung Slamet sehingga memiliki hawa yang sejuk, maka tak heran jika tempat wisata ini ramai dikunjungi oleh wisatawan.


sumber: Dinporabudpar Banyumas

sumber: www.mahkotawisata.com


sumber: www.sobatpetualang.com

  Dibalik pesona keindahan Baturaden tersimpan legenda asal mula wisata Baturaden. Begini nih guys ceritanya, (diceritakan kembali oleh Kiki) simak ya :)

  Alkisah, pada jaman dahulu ada seorang lelaki yang bernama Suta. Suta adalah seorang abdi kadipaten yang baik hati. Untuk kelangsungan hidupnya, Suta bekerja sebagai seorang abdi. Abdi atau pembantu yang tugasnya mengerjakan pekerjaan kasar di kadipaten. Selain itu, tugas Suta sebagai abdi ia juga harus menjaga keamanan wilayah kadipaten. Nah, lalu pada suatu hari Suta sedang berjalan-jalan untuk memeriksa sudut-sudut wilayah di Kadipaten, dan tiba-tiba dia mendengar suara seorang perempuan sedang menjerit-jerit ketakutan. Suta lalu segera bergegas berlari ke arah sumber suara dan setelah mencari sumber suara tersebut, Suta berhenti di sebuah pohon yang besar. Di salah satu dahan pohon ternyata ada seekor ular besar dan didekatnya ada seorang putri adipati yang sedang ketakutan melihat ular tersebut.
   Sebenarnya Suta sendiri juga merasa takut melihat ular yang besar itu. Namun karena kesetiaannya untuk mengabdikan diri pada adipati, maka Suta berusaha menyingkirkan rasa takutnya dan Suta berusaha untuk menolong sang putri adipati. Kemudian Suta mengambil sebatang kayu besar dan di pukulkan kearah ular besar itu. Setelah di pukul beberapa kali akhirnya ular itu roboh ke tanah dan tidak bergerak lagi. Ular itu telah mati di tangan Suta. Melihat kejadian tersebut, putri adipati merasa senang dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Suta yang telah menolongnya. Keberanian Suta membuat putri adipati menjadi kagum dan putri adipati mulai menyukai Suta.      Setelah kejadian itu, mereka berdua menjadi akrab dan sering bertemu. Dari seringnya mereka bertemu telah tumbuh bibit cinta di antar keduanya. Mereka berdua pun saling mencintai walaupun perbedaan derajat kala itu tidak membolehkan seorang abdi (pembantu) mencintai seorang putri anak adipati. Lalu, adipati yang mendengar berita bahwa putrinya menyukai Suta pun menjadi murka dan sangat marah. Adipati merasa malu jika putrinya menaruh hati dengan seorang abdi kadipaten yang miskin. Adipati lalu memerintahkan putrinya untuk menjauhi Suta dan melarang ia behubungan dengan Suta.
 Putri adipati menjadi sedih karena dilarang bertemu dengan Suta. Kemudian sang putri mendengar kabar dari seorang abdi kepercayaan putri bahwa Suta di masukkan dalam penjara bawah tanah oleh adipati. Dan tak hanya itu, selama di penjara Suta tidak di beri makan dan minum. Penjara itu sendiri di genangi air sehingga membuat Suat demam tinggi karena dinginnya genangan air tersebut. Mendengar berita itu putri adipati tidak tahan lagi. Dia berusaha untuk menolong Suta bukan hanya karena putri mencintainya namun dulu putri juga pernah berhutang nyawa pada Suta saat dirinya di selamatkan Suta dari ular besar.
 Putri Adipati lalu menemui abdi kepercayaan dan memaksanya untuk mengeluarkan Suta dari dalam penjara bawah tanah. Abdi kepercayaan itu lalu menyusup ke dalam penjara dan bertemu Suta yang sedang terserang demam tinggi. Lalu abdi kepercayaan membawa Suta keluar dari penjara tersebut secara diam-diam. Dia mengatakan bahwa putri adipati yang telah menolongnya dan saat ini putri sedang menunggu di halaman kadipaten. Setelah berhasil keluar dari penjara, putri dan Suta melarikan diri keluar kadipaten. Mereka lalu menikah dan tinggal di sebuah desa kecil. 
   Dan, seiring berjalannya waktu, tempat mereka menetap dan beranak-pinak tersebut oleh masyarakat sekitar kemudian dinamakan Baturaden. Kata "batu" berarti "batur atau pembantu" dan "raden" berarti "bangsawan". Jadi, Baturaden dapat diartikan sebagai tempat menetapnya seorang batur dan seorang bangsawan untuk membina sebuah rumah tangga yang bahagia hingga akhir hayat.

sumber: www.pantaibeauty.blogspot.com

   Wah, menarik bukan legenda wisata Baturaden.. ternyata dibalik pesona keindahannya tersimpan cerita asal-usul yang menarik sekali. Hingga kini, banyak masyarakat yang mempercayai legenda tersebut. Nah tentunya selain menikmati tempat wisata yang menarik dikunjungi, kalian juga perlu mengetahui legenda dari tempat wisata tersebut^^ jadi menambah pengetahuan dong.. Oke guys, sebenarnya masih banyak sekali tempat wisata di Provinsi Jawa Tengah beserta legendanya yang perlu kita tahu.. So, saat berkunjung jangan lupa bertanya ke masyarakat setempat asal mula tempat wisata tersebut agar selain berkunjung untuk berlibur, refreshing, kita juga bisa belajar. Sekian dulu ya guys, sampai jumpa dipost selanjutnya^^ Ingat jaga alam kita dan jangan membuang sampah sembarangan yah! :)

   Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Legenda Pariwisata Jawa Tengah 2017 yang diselenggarakan Oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

No comments:

Post a Comment