Sunday, September 30, 2012

Kepada harapan merah jambu

Aku duduk terdiam di sebuah kursi. Memandangi orang-orang yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada yang bergurau dengan kawan-kawannya. Ada yang menikmati makanan dan minumannya. Dengan menahan nafas. Air mata pun menetes. Aku tetap berdiam, terdiam, tak mau melakukan hal lain selain mengjhirup udara melalui mulutku dan mengeluarkannya melalui mulut ini juga. Rasanya sakit. Ternyata saluran hidungku tidak berfungsi untuk menghirup udara pagi ini. Udara yang segar yg biasa ku hirup di pagi hari. Aku ingat beberapa hari yang lalu aku bersepeda mengelilingi jalanan kota yang istimewa ini. Dengan semangat dan kebersamaan bersama kawan-kawanku. Aku sangat senang merasakan suasana seperti ini. Aku kayuh sepedaku, dan tiba-tiba ada ada sebuah lubang. Aku pun kaget karna tidak tau sebelumnya. Akhirnya aku terjatuh bersama sepedaku . Tapi semua terasa menyenangkan. Hal yang bisa membuatku semangat, tertawa menghadapi ini semua. Aku rela menahan sakit ini, hingga air mata menetes. Suatu saat nanti, aku ingin mengajak sepedaku pergi ke sebuah bukit. aku berbaring disana dan melihat ke atas awan. Apa kehidupan setelah mati itu tanpa masalah? oh andai aku bisa mati. aku bisa terbebas dari sakit yg menyiksa ini, dari masalah yang terus menghantuiku ini. Tapi keberanian sesungguhnya itu bukan untuk berani mati. Tapi untuk tetap kuat, semangat dan hadapi semua masalah. Dan untuk harapan merah jambu ku, semoga bertahan hingga kelak aku menjadi orang yang bahagia. Amin :)

No comments:

Post a Comment