Sunday, September 30, 2012

Kepada harapan merah jambu

Aku duduk terdiam di sebuah kursi. Memandangi orang-orang yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada yang bergurau dengan kawan-kawannya. Ada yang menikmati makanan dan minumannya. Dengan menahan nafas. Air mata pun menetes. Aku tetap berdiam, terdiam, tak mau melakukan hal lain selain mengjhirup udara melalui mulutku dan mengeluarkannya melalui mulut ini juga. Rasanya sakit. Ternyata saluran hidungku tidak berfungsi untuk menghirup udara pagi ini. Udara yang segar yg biasa ku hirup di pagi hari.

Thursday, September 13, 2012

Secangkir kopi manis

Secangkir kopi manis, kau buatkan untukku
Menemaniku belajar hingga larut malam
Secangkir kopi manis penuh rasa sayang
Menciptakan suasana yang indah dan berbagi
Hari hampir pagi, bulan masih tersenyum

Cahaya kecil di tepi danau

Amarilis. suaranya begitu indah terdengar. layaknya judul komik asal Jepang yang pertama kali ku baca waktu masih kecil. Sore itu di sebuah gubuk di dekat danau aku menunggu beberapa orang temanku. hingga matahari tenggelam dan mereka masih sibuk dengan urusannya masing-masing. Aku berdiri, tetap menunggu. Ku yakin mereka tak kan lama lagi kan memanggilku. Tiba-tiba dari kejauhan pemuda itu menyapaku. Wajahnya yang lugu dan tampan membuatku merasa senang saat berbicara dengannya. Saat itu kita bercerita tentang permainan piano, dan kami bergurau.